This is personal website of Mirna. Here I share my daily activities, jokes, love story, friends, works, and others. Sometimes I posted seriously, sometimes I didn't. Hope you enjoy!
Tuesday, October 23, 2007
Moving
Maafkan Lahir & Batin
"Taqobbalallahu minna wa minkum
Minal Aidin wal faidzin ya
Maafkan lahir & batin
Selamat Idul Fitri 1428 Hijriah (bagi yg merayakan)
Semoga kita kembali menjadi suci."
Wednesday, August 15, 2007
thought-> act > habit > character > destiny
sow an act, reap a habit
sow a habit, reap a character
sow a character, reap a destiny
(Stephen Covey, "The 7 Habits of Highly Effective People")
Monday, July 30, 2007
I'm alive....
Only dead fish swim with the stream
Karena aku masih hidup, masih bisa berkarya, masih bisa berusaha, takkan kubiarkan diriku hanya mengikuti arus. Takkan kubiarkan diriku tak bekerja keras menggapai impianku. Takkan kubiarkan nasib membawaku ke tempat yg aku tak tahu dimana muaranya.
NB : Ingatkan aku, wahai teman. Saat kemalasan menguasaiku, tularkan semangatmu padaku....
Pay It Forward : Life cannot gives more beautiful things than what you already have right now
Saya ingat kali pertama kali nonton PIF, saya sgt terinspirasi utk berbuat hal yg sama pada orang lain. But it didn't work for me. Why ? Mungkin karena saya seperti orang yg disebut oleh sang anak, berikut kutipan terjemahan bebasnya,
"Buat orang yang telah terbiasa dengan keadaannya, perubahan apapun akan terasa berat. Dan lalu ia akan menyerah. Kalau begitu, maka semua orang akan kalah."
Mungkin saya takut untuk melakukan perubahan karena itu akan mengusik zona nyaman saya. Mungkin jg semangat saya perlahan padam karena insight dari PIF tertutup dengan insight dari film lain *Ngeles mode : ON*.
Ending film tsb sangat sediiihh. Trevor, si anak (pemeran utama), berkali-kali melihat seorang temannya diganggu sama anak-anak nakal. Dari awal dia ingin sekali menolong teman tsb tp ia juga takut kalau nanti dia yg akan disakiti dan menjadi sasaran mereka jg. Ketika akhirnya keberanian tsb muncul darinya, ternyata itu adalah hari terakhirnya. Perutnya ditusuk oleh salah satu anak nakal tsb. Hiks...hiks... *mulai netes air mata* That's life...kebaikan & keberanian berharga cukup mahal saat ini. Terutama di daerah perkotaan, ketidakpedulian menutupi hati nurani. Takut akan konsekuensi negatif kerap kali membuat orang memilih untuk tdk mengikuti panggilan hatinya. Walaupun Trevor meninggal karena menolong temannya, saya yakin dia sangat bahagia meninggal dengan cara seperti itu. Meninggal karena mengikuti panggilan hatinya. Karena keyakinannya...
Yang sangat menyentuh adalah waktu wawancara dengan stasiun TV, tepat di hari ulang tahun Trevor,
I (interviewer) : Jadi apakah suksesnya gerakan ini adalah permohonan di hari ulang tahunmu?
T (trevor) : Bukan.
I : Lalu apa permohonanmu?
T : Aku tidak boleh bilang.
I : Kenapa tidak minta supaya gerakan ini sukses?
T : Karena tidak mungkin.
I : Kenapa?
T : Karena lilinnya sudah kutiup.
Polos sekali jawabannya...
Dan waktu hari kematiannya, orang-orang yang merasakan makna dari ide Trevor mendatangi rumahnya. Sepanjang mata, lilin-lilin yang dinyalakan seolah-olah mengantarkan kepergian Trevor & menerangi hati ibunya. Ide PIF ini juga pernah dignakan pada salah satu episode Oprah Winfrey Show, dimana Oprah memberikan uang sebesar 1000 dolar kepada beberapa pemirsanya untuk diberikan kepada orang lain (terserah, apakah akan dibelikan barang, dikasih langsung, atau dgn cara lain) & bila orang yg ditolong ingin membalasnya, pemirsa tsb hrs hanya minta spy orang tsb melakukan kebaikan pada orang lain, dan seterusnya. And you know what...giving to others gives you more than to the others (kesimpulan Oprah saat itu). Ironis bukan, saat kita memberi sesuatu pada orang lain (dg ikhlas ya...) justru kita yg merasakan mendapatkan lebih banyak daripada yg kita berikan tsb. Mulailah memberi, teman!!
What's this code mean ?
NYAG
UASH
GIDA
KLSB
SKAN
UFSU
EDNG
DOUK
RIMK
IRNU
UBEA
GTGY
AANN
IRGA
SCE!
Mo mecahin kalimat2 di atas? Baca novel Dan Brown "Digital Fortress" ya... Yg bisa (atopun yg belum bisa) jawab, silakan komen....
Friday, July 13, 2007
10 tip sukses
==================================================
Sepuluh Tip Sukses Right Here, Right Now by Jennie S. Bev.
Jennie S. Bev is a prolific author and co-author of 17 books andover 850 articles published in the United States, Canada, UK,France, Germany, Singapore and Indonesia. She is based in scenic Northern California where she resides with her husband
Sepuluh tahun yang lalu, kalau saya ditanya apakah tip sukses saya, mungkin saya tidak bisa menjawab. Sekarang, sukses bagi saya bukanlah ketika buku saya menjadi best-seller atau ketika menerima pujian untuk artikel ilmiah yang diterbitkan di jurnal terkemuka diInggris Raya. Sukses bukan pula ketika saya dan suami berhasil juga membeli rumah di San Francisco Bay Area dengan keringat sendiri setelah hampir sepuluh tahun merantau di Negeri Paman Sam.
Sukses bagi saya adalah mindset. Sukses adalah saya; saya adalah sukses. Sukses bukan tujuan, bukan pula perjalanan. Success is about being dan becoming. Berani dan overconfident kedengarannya? Mungkin, yang jelas ribuan bahkan jutaan manusia "sukses" di dunia alias manusia bermental juara mempunyai mindset seperti ini. Apakah Anda perlu menjadi juara tenis tingkat Wimbledon atau juara golf profesional di PGA Pebble Beach untuk disebut "sukses"?
ApakahAnda perlu mengendarai Corvette dan Lexus SUV hybrid? Jelas tidak. Seorang bermental juara alias bermindset "orang sukses" bisa jadi hanyalah seorang salesman saja. Ambillah contoh Bill Porter, seorang salesman door-to-door dari Portland, Oregon yang terlahir dengan cerebral palsy. Ia berjalan kaki setidaknya 10 mil perhari selama 40 tahun dengan tertatih-tatih setiap hari tanpa mengeluh. Hebatnya, karena tubuhnya bagian kiri tidak bekerja sebagaimana orang normal, ia sebenarnya sangat sulit untuk berjalan tegak dan berbicara dengan jelas. (Bacawww.billporter. com, film Door to Door dan buku berjudul Ten Things I Learned from Bill Porter oleh Shelly Brady.) Dengan penghasilan pas-pasan dari seorang salesman rumah ke rumah, jelas di mata orang awam ia tidaklah termasuk kategori "sukses secara finansial." Namun, bagi saya, Bill Porter adalah salah satu orang paling sukses di dunia yang amat sangat saya kagumi. Salah satu cita-cita saya adalah bertemu muka dengan beliau suatu hari.
Nah, lantas apa resep 10 tip sukses concoction ala Jennie? Satu, bersyukurlah atas hari ini. "Just to be alive is a grand thing," kata Agatha Christie, salah satu novelis detektif terkemuka. Jauhkanlah perasaan depresi dan sedih tanpa juntrungan. Jalani setiap hari dengan hati penuh syukur. Ingatlah akan Bill Porter. Kalau dia bisa jadi seorang salesman berhasil, apapun yang Anda inginkan sebenarnya pasti bisa tercapai.
Dua, belajarlah seakan-akan Anda akan hidup selamanya, hiduplah seakan-akan Anda akan mati besok. Mohandas Gandhi pernah berkata demikian, "Live as if you were to die tomorrow, learn as if you wereto live forever." Belajar terus, upgrade diri terus dengan berbagai cara baik yang memerlukan effort maupun effortlessly.
Tiga, setiap ketrampilan pasti ada penggunanya. Ini saya dapat dari salah satu sahabat saya seorang wanita blonda dari San Diego. Sahabat saya Crystal ini pernah membesarkah hati saya, "There areall kinds of writers, there are all kinds of readers." Ketika saya down karena merasa incompetent bertarung dengan penulis-penulis lokal di sini, Crystal mengingatkan bahwa setiap jenis penulis pastiada pembacanya (niche). Find your niche, so you find your place inthe world.
Empat, bukalah jalan sendiri, orisinil. Ralph Waldo Emerson once said, "Do not go where the path may lead, go instead where there isno path and leave a trail." Jangan latah mengikuti orang lain, dengar kata hati dan ikutilah jalan yang belum kelihatan.
Lima, belajar mencintai apa yang Anda punyai, bukan berangan-angan akan apa yang Anda tidak miliki. Use whatever you have at hand, impian hanya akan menjadi nyata kalau Anda menggunakan instrumen yang kasat mata saat ini juga.
Enam, lihat apa yang kelihatan dan lihat apa yang belum kelihatan. Gunakan visi dan misi untuk mengenal apa yang Anda tuju. Seringkali,apa yang belum kelihatan adalah blue print untuk sukses Anda. Begitu kelihatan, ia akan menjadi semacam de ja vu.
Tujuh, telan kepahitan hidup dan bersiap-siaplah dalam menyongsong hari baru. Setiap hari adalah hari baru. Bangunlah tiap pagi dengan hati yang curious akan apa yang akan Anda alami hari itu. Be excited, be courageous to start the day.
Delapan, semakin banyak Anda memberi, semakin banyak Anda akan menerima. The more you give, the more you get in return. Dalam marketing, ini mungkin disebut sebagai taktik public relations atau publicity. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, ini juga berlaku tanpa diselipi dengan iming-iming tertentu. Saya sendiri sudah membuktikannya. Semakin banyak kita memberi (dalam arti luas, tidak terbatas uang dan materi), semakin besar penghargaan dan berkat yang kita terima.
Sembilan, jadilah mentor diri sendiri. What would Oprah do? Itu yang saya pakai sebagai ukuran. Saya tidak memilih Nabi atau pembesar negara, namun seorang wanita berkulit berwarna yang telah membalikkan nasibnya sendiri menjadi salah satu orang berpengaruh didunia.
Sepuluh, saya eksis dengan maupun tanpa tubuh saya. Setidak-tidaknya sekali sehari, saya mengingatkan diri sendiri bahwa hidup ini bukanlah untuk selamanya. Maka berbuatlah terbaik pada saat ini juga. Jangan tunggu-tunggu lagi. "Just do it," kata Cher di Farewell Concertnya beberapa tahun yang lampau. I do my best every chance I have. Berbuatlah terbaik di setiap kesempatan, karena itu mungkin yang terakhir. Ingatlah sukses bukanlah tujuan, bukan pula perjalanan. Sukses adalah mindset. Bukan hanya cogito er go sum (saya berpikir maka saya ada), namun sum ego prosperitas (sukses adalah saya).
KPI? Penting ya???
Buat yg tdk berkecimpung di dunia SDM, mungkin tdk familiar dgn si KPI ini. KPI atau Key Peformance Indicators, untuk gampangnya, adalah ukuran2 yg digunakan organisasi untuk menilai apakah anggota organisasinya memberikan kinerja sesuai dengan yang diinginkan oleh organisasi.
Kenapa perlu?
Klo kata Ibu ER, "Tukang cukur tdk dpt mencukur rambutnya sendiri dg baik.". Pada semua perusahaan, terutama yg bergerak di bidang jasa, karyawan mesti tahu apa yg diinginkan perusahaan. Sebaliknya, perusahaan jg mesti tahu ukuran (ato bukti-bukti) yg dapat digunakan untuk mengatakan bahwa karyawan A itu performance OK, si B cuman so-so aja, klo C baru deh ancur bgt.
Gimana tuh bentuk KPI?
KPI harus berisi perilaku-perilaku yang konkrit dan dapat terukur dengan jelas, bukan berupa konsep2 yg mengawang-awang. KPI jg harus dibuat detail, tetapi jangan sampai sangat detail, sehingga terkesan kaku dan menutup ruang untuk pengembangan individu atau ide-ide baru di luar indikator yang pernah ditetapkan sebelumnya.
Gimana ngukurnya tuh?
Yg mengukur bisa atasannya, karyawan sendiri, bawahan, HRD ato gabungan dari pihak2 tsb. Kalau di kantor gw, KPI disebut rapor. Rapor diisi oleh karyawan ybs, diperiksa dan disetujui oleh atasannya, lalu dikumpulkan untuk dievaluasi HRD dan manajemen. Saat mengukurnya, yg dijadikan landasan adalah kinerja aktual kita, karena memeng indikator2nya sangat jelas, sehingga menghindari misinterpretasi. Contoh yang paling gampang, berapa kali rata2 karyawan tsb menelepon klien per hari, berapa buku yg sudah disharing dlm bln tsb, dsb. kuran2 tsb sudah ditetapkan dalam range (berikut batas minimalnya) sehingga si A tau berapa ukuran yg setidaknya hrs dia capai untuk dapat dikategorikan 'just fine'.
Kpn tuh diukurnya?
Karyawan harus selalu aware lah sama kinerjanya, so mesti sering mengacu lagi ke indikasi2 yg ada dlm rapor tsb. Pengumpulannya ke atasan (klo di tempat gw) adalah 1 bulan sekali, dievaluasi 6 bulan sekali oleh HRD & manajemen, lalu implmentasinya (yg diharapkan promosi, tentunya), dilakukan 1 thn sekali.
That's all for now. Klo di kantor kamu-kamu gimana? Udah ada blom? Ato mungkin ada yg mo tanya2 soal KPI ini. Monggo... Akan dijawab semaksimal mungkin. ^^
Quote of the day
"Ideas are the currency of the future"So, jadilah orang yg penuh dengan ide. Bayangkan berapa banyak orang yang memperkaya diri (dalam arti harfiah dan kiasan :D) dengan 'menjual' idenya. Kasarnya, kita tidak akan jatuh miskin jika punya ide.
Ide, seperti yg kita tau, bisa ide yg 'baik' ato 'jahat'. Ide yg manapun itu, akan dapat membuat seseorang bertahan di masa depannya. So, fill up your self with (good) ideas, everybody!!!!
Wednesday, July 04, 2007
Launcing buku Ibu Direkturku
Sampe di sana kira2 jam 10. Semua foto2 di sekitar kafe trus balik ke kafe jam 11 buat makan siang. Abis makan (sekitar jam 12), adalah acara bebas, dengan syarat jam 15.30 udah sampe di Grand Mahakam (ada apa di Grand Mahakam? Ikutin cerita gw terus ya...). Ada yg ke Tajur, langsung ke kantor (krn ada kerjaan. huhuhu..diberkatilah org2 rajin spt mereka ini). Kelompok gw pergi ke PUNCAK!!! Ini karena salah satu teman gw pengen bgt ke Masjid At-Ta'awun yg ada di sana.
Segarnya udara puncak jd refreshing yg menyenangkan. Dan menyejukkan. Dan menyegarkan. Dan membebaskan. Senangnya jln2 ke daerah sejuk lagi. Udah lama ga sempat jln2 lagi. Abis sampe masjid, kita sholat zuhur, foto2, trus langsung cabut lagi ke kantor. Sampe kantor, org2 lagi pada catok rambut, make-up, gradak-gruduk beresin kerjaan. Semua siap2 ke Grand Mahakam.
Nah, sebenarnya ada apa di Grand Mahakam. Tentunya ada kamar hotel. Ups!!! Maaf, cuman bermaksud ngelucu aja [tp ga lucu, ya?]. Hari itu ada launching bukunya direktur perusahaan tempat gw bekerja. Itu pertama kalinya gw ikutan launching buku tapi bukan jadi pengunjung [hehehe...]. Sebenarnya hampir semua isi buku tsb udah gw baca krn merupakan kumpulan artikel di suatu koran nasional. Gw ikutan beli juga dong, supaya bisa minta tanda tangan beliau. Ada beberapa buku lain yg sudah beliau tulis, ternyata loh.
Oya, sedikit pendapat gw soal Ibu Direktur tercinta ini setelah 2 bulan mengenal beliau : sangat ramah, enerjik, tegas, motivator dan inspirator buat orang2 di sekelilingnya. Banggalah gw jd salah satu karyawan beliau.
Kutipan yg dia tulis di buku gw, "Mir, sabar ya. Kita pasti bisa sukses bareng." Hidup Ibu!!
Saya diperlukan tidak ya?
apa jadinya klo gw ga pindah bulan lalu?
1) naik Koantas Bima 510, turun di Pasar Rebo, naik metromini 53, turun di gang Arus (ada di Jl. Dewi Sartika), trus jalan ampe gempor (sampe 1 km ga ya? lumayan jauh deh pokoknya). Jalur ini cenderungnya tdk macet.
2) naik kopaja P20, turun di perempatan Mampang-Kuningan, nyambung apa aja yg ke Cawang. Turun di Indomobil, nyebrang jembatan penyebrangan, jalannya dekat. Jalur ini macet (dan seringnya) bgt.
Utk jalur 1, yg bikin gw emosi jiwa adalah jalannya yg jauh. Sedangkan jalur 2, gw gempor krn macet (dari perempatan ke Cawang), bus penuh yg berimb as pada tdk dpt tempat duduk.
Sebelum gw semakin murka ato badan gw protes, akhirnya dengan (nyaris) tanpa persiapan, gw (dengan memaksakan adik gw, tentunya) memutuskan untuk pindah kontrakan ke daerah Mampang. Ini diambil krn pertengahan dengan Kuningan (adik gw yg cowok masih sekolah di Casablanca) dan Pondok Indah (kantor gw). Jadi klo pagi2, gw dan dia sama2 naik 1 kali (kopaja P20) tp ke arah yg berlawanan.
Gak tau knapa, wkt itu gw benar2 udah ga tahan mo pindah. Sempet ada pemikiran buat pindah bulan Juli aja krn kita juga belom ada persiapan. Gw menolak. Jadilah 1 minggu sebelumnya (26/05/2007), gw dan adik gw survey dan nge-tek-in calon kontrakan. Tadinya kita mo pindah hari Sabtu (2 Juni) tp krn ga ada angkutan buat pindahan yg available hr itu, jadilah pindahannya maju 1 hari. Know what : gw pindahan malem, baru packing dari pagi di hari yg sama. Benar2 kilat deh.
Dan duarrrr!!!! Serasa kilat menyambar gw dan adik2 gw wkt cowoknya adik gw (yg cewek ya, bukan yg cowok ;p) bilang klo kontrakan yg lama gw kebakaran. Kejadiannya Jumat, 29 Juni. Berita lengkapnya baca di sini. Kebakaran itu menimpa RT 6, 7 dan 8. Rumah gw di RT 7, pas bgt di belakang Kedutaan Arab. Kebakaran parah deh pokoknya. Ga kebayang deh, soalnya rumah2 di sini dempet2an bgt dan kebanyakan rumah kecil dan sebagian dari kayu. Soalnya sebagian besar orang di situ dari kalangan bawah. Kebanyakan pedagang kaki lima dan karyawan Carr*f**r yg ada di dkt situ.
Kebayang ga sih klo gw wkt itu memutuskan ga pindah bulan Juni, tp Juli? Mungkin gw ada dlm daftar orang2 yg kena musibah itu. Mungkin gw kehilangan TV, pakaian, perabotan (yg pada dasarnya emang ga punya byk) dan dokumen2 penting. Mungkin gw yang nangis-nangis meratapi tempat tinggal dan barang2 yg hangus. Mungkin gw yg kalang kabut mengkhawatirkan adik gw (karena pas kejadian, siang hari, kemungkinan gw ada di kantor). Mungkin gw sekarang sibuk mencari2 barang2 apa yg masih tersisa dg risiko kejatuhan puing-puing kebakaran. Mungkin gw mengutuki diri karena tdk mengindahkan firasat gw.
Gw sangat bersyukur waktu memutuskan untuk pindah gw mendengarkan firasat gw. Pokoknya wkt itu gw benar-benar ga mau kompromi. Selain faktor capeknya, kayaknya emang ada sesuatu yg menyuruh gw buat pindah. Gw memang sering menuruti firasat. Klo sesuatu 'feel-doesn't-right-to-do', seringnya ga gw lakuin. Dan sebaliknya, klo gw merasa 'i-have-to-do-this-no-matter-what', gw biasanya ikutin juga. Hal ini banyak 'menuntun' gw mengambil beberapa keputusan penting dalam hidup gw.
Dari kalian ada yg punya pengalaman serupa?
Wednesday, June 27, 2007
it takes more than time
Aku tahu ada yg anggap aku bodoh (termasuk diriku)
Aku tahu banyak kejadian yg memicu periode lupa itu
Aku tahu banyak keputusan bodoh (yg akhirnya TIDAK juga aku sesali) karena rasa itu
Pikiran aku tahu, tapi hati ini tidak
Pikiran ini buntu, tetapi hati ini mengharap
Pikiran ini menegasikan, tapi hati ini menegaskan
"Aku logis. Aku logis. Aku logis.", coba kuyakinkan hatiku dengan pikiran
Hasilnya, aku melogiskan perasaanku dan menekankan kebalikannya pada hatiku.
Bilingual pikiran & hati ini masih juga seteru
Tak dapatkah carikan bahasa perantara buat kalian?
Agar pikiranku tak lagi merutuki diri dan hati tak lagi menyakiti diri?
Blog gw direview!!!!!
Overall, reviewnya lumayan lengkap. Malu juga ya pas orang lain 'menilai' blog gw. Rasanya nyes-nyes-gimanaaa-gitu. Mungkin karena gw nge-blog buat konsumsi pribadi dan minta pendapat org2 terdekat aja. Oke guys, read the review and tell me your opinion, okay?
Friday, June 22, 2007
Shining Star in formal look
Semoga berbahagia, Arum & Arthur. Btw, tadinya mau memasukkan foto pengantin, berhubung gw ga punya stoknya (wkt itu ga bw kamera) & belum minta ijin pula ke yg pengantinnya, so...menyusul aja 'kali yaaa.... (tp ga janji)....
Ada kejadian (lucu ato memalukan ya? isi sendiri deh!) pas nikahan Arum ini :
- ada yg meng-go-public-kan hubungan (& yg pd baru tau lsg ternganga krn scr face validity sgt tdk meyakinkan ;p)
- anak2 angkatan gw pulangnya pada ngaret. Wkt resepsi (it means wkt nyewa gedung juga) adalah jam 11.00 - 13.00 tp kita baru pada cabut jam 13.30 (sebagian besar, sebagian kecilnya lagi ga tau deh. Kan gw ga nungguin sampai semua org pulang). Mudah2an hal ini tdk mengganggu panitia ya. huhuhu...
Monday, June 18, 2007
9 words women use
1.) Fine :
This is the word women use to end an argument when they are right and you need to shut up.
2.) Five Minutes :
If she is getting dressed, this means a half an hour. Five minutes is only five minutes if you have just been given five more minutes to watch the game before helping around the house.
3.) Nothing :
This is the calm before the storm. This means something, and you should be on your toes. Arguments that begin with nothing usually end in fine. (Refer back to #1 for the meaning of fine.)
4.) Go Ahead :
This is a dare, not permission. Don't Do It!
5.) Loud Sigh :
This is actually a word, but is a non-verbal statement often misunderstood by men. A loud sigh means she thinks you are an idiot and wonders why she is wasting her time standing here and arguing with you about nothing. (Refer back to #3 for the meaning of nothing.)
6.) That's Okay :
This is one of the most dangerous statements a women can make to a man. That's okay means she wants to think long and hard before deciding how and when you will pay for your mistake.
7.) Thanks :
A woman is thanking you, do no question, or faint. Just say you're welcome.
8.) Whatever :
Is a women's way of saying F*** YOU!
9.) Don't worry about it, I got it :
Another dangerous statement, meaning this is something that a woman has told a man to do several times, but is now doing it herself. This will later result in a man asking "What's wrong?" For the woman's response refer to #3.
Send this to the men you know, to warn them about arguments they can avoid if they remember the terminology. Send this to all the women you know to give them a good laugh, cause they know it's true.
Tak ada maksud gender ato apapun dengan mem-forward email ini. Kebanyakan kata2 di bawah juga biasanya gw ucapin pas marah (yg semarah2nya dan ga bisa ditahan lagi). Tapi ya memang ada perbedaan cara mengkomunikasikan pesan antara cowok dan cewek. cowok cenderung mengeluarkan kalimat sesuai maksudnya, wanita cenderung menggunakan 'kalimat perantara' (ini istilah Shining Star, red) antara pesan yg ingin disampaikan dengan maksud yg sebenanrnya.
Rumus :
Cowok : maksud A --> kalimat A
Misal, maksud : lapar --> kalimat : "Laper nih, makan soto yuk di situ."
Cewek : maksud A --> kalimat B --> artinya adalah A
Misal, maksud : lapar --> kalimat "Kayaknya soto di sana enak deh" ato "Kayaknya enak nih siang2 gini makan soto" ato sejenisnya.
Menurut cewek, arti dari kalimat2 ini adalah bahwa dia lapar dan ingin makan soto. Kalimat2 perantara inilah yg cewek harap bisa dimengerti oleh para cowok.
"Kenapa cewek tuh ga langsung aja sih ngomong apa maksudnya?", mungkin ini pertanyaan byk cowok. Bagi cewek, arti dari kalimat perantara SAMA DENGAN maksudnya.
Trus knapa sih bisa gitu?
Menurut Shining Star, ini karena cewek dibiasakan untuk menyampaikan maksudnya dalam kalimat yang lebih 'halus' (tidak benanr-benar sama dengan maksudnya). Pengungkapan maksud dengan blak-blakan dianggap kurang sopan. Dan ini tertanam dan menguat seiring dengan waktu dan pengalaman di lingkungan.
Celakanya, cowok tidak mendapatkan pengalaman belajar kalimat perantara ini. Itulah mengapa sering terjadi salah paham karena perbedaan cara mengkomunikasikan maksud ini. Masing-masing pihak sering frustasi. Cowok berpikir, "Bilang aja apa maksud kamu dg jelas, kok susah amat sih?". Sedangkan cewek berpikir, "Masa' gitu aja kamu ga ngerti maksudnya sih?".
So, gimana dong? Menurut Shining Star, cewek bisa mulai belajar meng-'kasar'-kan kalimatnya dan menjelaskan kalimat2 kunci yg sering digunakan (gengsi sih, tp kan ga bakal skses ya bo' klo gengsi ga bisa turun dikit) supaya cowok bisa mengerti. Trus cowok juga harus mulai belajar 'kalimat perantara' ini. Daripada frustasi karena you don't have any clue when your spouse get angry, lebih baik mulai belajar beberapa kalimat2 kunci, 'kan?
Monday, June 11, 2007
May be I still believe
Mariah Carey- "I still believe"
You look in my eyes
and I get emotional inside.
I know it's crazy but
you still can touch my heart.
And after all this time
you'd think that I wouldn't feel the same.
But time melts into nothing,
and nothing has changed.
I still believe someday you and me
will find ourselves in love again.
I have a dream someday you and me
will find ourselves in love again.
Each day of my life
I'm filled with all the joy I could find.
You know that I,
I'm not the desperate type.
If there's one spark of hope
left in my grasp
I'll hold it with both hands.
It's worth the risk of burning
to have a second chance.
And oh, no no no no no,
I need you, baby.
I still believe that we can be together.
No no no.
If we believe that true love
never has to end,
then we must know that we will love again
Oh, I still believe someday you and me
will find ourselves in love again.
Oh, baby, yeah yeah.
I had a dream you and me
will find ourselves in love again.
(repeat and fade)
Setelah gw pikir-pikir lagi, mungkin gw masih merinding-merinding-gak-jelas lo ketemu dia karena gw masih punya 'harapan' dan 'keyakinan' klo 'nantinya' gw akan bisa dapetin dia. Mungkin deep-deep-deep-inside-my-heart, gw yakin klo suatu saat nanti gw akan berjodoh sama dia. Hhhh...
Menurut kalian gimana? Atau mungkin ada yg punya pengalaman dan bisa di-share ma gw?
Note : ada yg punya mp3 lagu ini ga? Gw udah minta ma Mbah Google tp blom dapat.
Wednesday, June 06, 2007
akhirnya gw ikutan Multiply juga
Monday, June 04, 2007
Why I named him "I Know Who"?
Jadi, di phonebook gw, nama dia ganti jadi "I Know Who". Tahukah kalian, sebagian sms dia (just yg meaningful, yg biasa mah dah dihapus) dari 2 thn yg lalu masi gw simpan di simcard. Ingat : dari 2 thn yg lalu! Alasannya : biarpun gw ganti HP, slama simcard gw masih utuh, gw masi bisa liat sms2 dia. Ini yg membuat gw ga bisa nerima sms byk dalam satu wkt krn kapasistas sms di simcard gw cuman muat 2-3 sms lagi. Jadi selama hampir setahun belakangan, setiap gw trima sms (kecuali sms yg meaningful dari dia), pasti lsg gw klik "Move to archieve". Klo ga, sms baru bisa2 ga bisa masuk.
Eniwei, bukan itu yg mo gw tulis. Ini salah1 kelemahan gw : melenceng dari topik.
Nah, berhubung sms itu setia mengikuti gw, jadilah sering gw baca. Yg jd masalah adalah : stiap gw mo buka sms itu, maka di daftar pesan yg ada adalah nama pengirimnya. Gw suka gimanaaaa gituuuu kalo liat nama dia (a.k.a. agak2 merinding. he3x...). Mikir punya mikir, akhirnya gw memutuskan buat ganti nama dia di phonebook gw jadi "I Know Who".
Setelah gw ganti, rasa-gimana-gitu tadi jadi berkurang (ga sepenuhnya ilang, kan gw tau siapa org dibalik sebutan itu). Gitu deh. Klo kalian sendiri gimana? Punya "nama lain" buat org2 tertentu?
Shameful Sunday Afternoon
Kmaren sore, adik gw mo ke rumah tante gw. Gw mo titipin uang buat tante gw. Kira-kira jam 3an gitu, karena ga punya uang tunai, terpaksa ambil ke ATM. Sebelum ke ATM, gw abis bersih-bersih rumah, nyapu, ngepel, lap kaca jendela trus makan (tentu saja setelah mencuci tangan. Gw ga sejorok itu, guys). Adik gw buru-buru mo langsung berangkat, jd gw ga sempat mandi. "Ntar aja, sorean lagi. Masi kringetan.", pikir gw.
Dengan clana panjang piyama, kaus lengan pendek, muka berminyak, rambut digelung & dijepit, dan kringetan, gw (& adik gw) jalan ke ATM (yg emang dekat dr rmh). Intinya : saat itu gw ga cantik, ga segar, ga wangi!
And guess what happens next : Gw ketemu cowok itu di antrian ATM. Dia ngantri pas di dpn gw! Gw baru nyadar setelah gw perhatiin & it's too late buat kabur. Arrrghhh!!!! "God, let me vanish for 5 minutes, please....", raung gw dlm hati.
Gw tau Tuhan ga akan sebaik itu ma gw. So, pas dia liat ke belakang (it means ke gw-dlm-acakadul-look), gw sapa aja dg mimik kaget (plus tengsin mati, tepatnya). Basa-basi dikit (gw ga brani byk2 & tlalu dekat. Siapa yg mo nanggung risiko klo dia ilfil nyium kringet & liat muka gw yg lagi 'berkilap'. Bo', gw kan abis ngepel dkk, wajar bgt klo gw bau & kringetan. Gw jadi salting dan ga konsen sepanjang beberapa menit itu.
Pas dia dah slese, yg berarti giliran gw ambil uang, gw pake sedikit kesandung lagi (pas naik tangga. Siapa sih org b**o yg naro ATM pas di depan tangga??? Siyal!). Trus say goodbye biasa dengan rada canggung (dunno why, percakapan gw & dia biasanya canggung. Klo dari sisi gw : jelas, gw deg2an. Klo dr sisi dia: gw ga tau (tp berharap klo dia ngerasa yg sama. hahaha...teuteup ya...ngareeeeep! hehehe...).
Saking masi malu ati, pas mo ambil uang, gw jg salah pencet tombol nominal yg mo gw ambil (gw pencet 2x lipat yg mo gw ambil). Penarikan yg tdk penting!!!! Sebel!! Sebel!! Gw kira ga bakal gimana2 klo ketemu dia lagi. Ga bakal peduli penilaian dia lagi. Gw kan dah janji (ke diri gw) buat lupain dia!! Ternyata gw salah...
Pas gw nyampe rumah, eh ada sms :
"Selamat menjadi warga Mampang, Mir!! Kpn2 g main deh ke rumah lo."
Sender : I Know Who
NB: caci makilah gw klo lo eneg liat sebutan ini ;p
Huaaaa.... so sweet....moga2 ini tanda klo dia ga ilfil abis liat gw yg acakadul tadi. Akhirnya dia gw tlp (inget kan HP gw ga bisa SMS? Klo ga baca postingan ini). Gw bicara dg kalimat2 yg kacau (krn otak gw jg lagi kacau) sambil ngasih tau soal acara nikahan salah 1 teman kita.
Moral of the story :
Kayak iklan : lo bisa ketemu jodoh lo kapan aja. So be prepared before leaving your home.
Gw senang dia tidak ilfil (ini menurut gw si)!
Gw masi belum bisa biasa ma dia. He still affects me so much. Gw ga setangguh yg gw kira.