Wednesday, June 04, 2008

Mini Boutique - Your Fashion Basecamp

Mini Boutique lagi Opening Season nih. Baju-baju batik cewek dengan harga terjangkau (each under Rp 100rb). Langsung aja liat2 dan belanja di http://miniboutique.multiply.com. Lucu-lucu banget. Model bervariasi, motif bervariasi, warna juga bervariasi. Limited edition untuk tiap item. So, siapa cepat, dia dapat!! See u there.

Friday, May 23, 2008

Kesalahan Pencopet

Tadi malam saya nonton acara Business Art With Mario Teguh (BAWMT). Banyak super poin di acara tersebut yg saya ingat betul, diantaranya "Orang penting akan melepaskan hal-hal yg tidak penting, seperti nonton sinetron tdk penting, melakukan pekerjaan yg tdk penting, membaca yg tidak penting, dll."

Tapi kemarin ada 1 kutipan yg JUSTRU datangnya dari penelepon yg sangat menarik bagi saya, yaitu, "Satu-satunya kesalahan pencopet adalah ia mengambil dompet orang lain. Coba kalau ia mengambil hati orang tersebut, maka jangankan dompetnya, dirinya pun bisa ia berikan."

Duh, si bapak penelepon itu bisa aja deh...

Monday, April 14, 2008

berapa orang yg masih berdiri di pinggir sungai?

Pertanyaan : kalau ada 5 orang yg berdiri di pinggir sungai, lalu 4 orang memutuskan untuk meloncat ke sungai, maka berapa orang yang masih berdiri di pinggir sungai?
Jawaban : masih ada 5 orang, karena "memutuskan untuk" dengan "melakukan" adalah hal yang berbeda.

------------------------------------------------------------------------------

Jdug! Bisa diibaratkan gw kejedot begitu mendengar kalimat ini di Talkshow Mario Teguh (MT). Rasanya banyakkkk banget keputusan-keputusan yg sudah gw buat tp tdk berhasil gw jalanin. Byk yg cuman berakhir jadi "agenda", "rencana", "resolusi", "action plan" atau banyak istilah lainnya. Bukannya gw bilang membuat keputusan/rencana itu tdk bagus, sama sekali bukan, tapiii seperti kata Pak MT, what make it succeed is action. Kan ada pepatah "actions are louder than words". Jadi, gw mo mewujudkan/melakukan/merealisasikan rencana2 gw yg belum jd kenyataan. Semangat!!!

Friday, April 11, 2008

Gratis

Salah satu penemuan yg cukup mengejutkan buat gw hari ini adalah menemukan bahwa kata “gratis” ternyata juga merupakan kosa kata dalam bahasa Inggris (bisa merupakan adjective atau adverb). Artinya sama dengan kata “gratis” dalam bahasa Indonesia, disinonimkan dengan “free” yaitu “received or given without payment or obligation” alias “tidak bayar”. Sinonim lainnya adalah “gratuitous” (adjective) yang diartikan 1. unnecessary (mirna : saking tidak pentingnya makanya digratisin); 2. free; 3. without return benefit (ini istilah Hukum).

Trus teman sedivisi gw bilang, “Dari bahasa apa dong kata ‘gratis’ itu? Kalau dari bahasa Belanda, berarti sebelum Belanda datang ke Indonesia, tidak ada barang gratis dong.” Ada-ada aja tuh anak!

Berhubung gw ga punya waktu browsing asal-muasal kata ini, ada yg tahu mungkin ? Atau ada yg berminat mencari tahu & memberi tahukan kalau sudah ketemu ? Tapi tidak ada imbalannya alias gratis ya ;-) …

Where to Tap

Ever heard the story of the giant ship engine that failed? The
ship's owners tried one expert after another, but none of them could figure but
how to fix the engine. Then they brought in an old man who had been fixing ships
since he was a youngster. He carried a large bag of tools with him, and when he
arrived, he immediately went to work. He inspected the engine very carefully,
top to bottom. Two of the ship's owners were there, watching this man, hoping he
would know what to do. After looking things over, the old man reached into his
bag and pulled out a small hammer. He gently tapped something. Instantly, the
engine lurched into life. He carefully put his hammer away. The engine was
fixed! A week later, the owners received a bill from the old man for ten
thousand dollars. "What?!" the owners exclaimed. "He hardly did anything!". So
they wrote the old man a note saying, "Please send us an itemized bill."


The man sent a bill that read:
Tapping with a hammer : $ 2.00
Knowing where to tap : $ 9998.00

~Effort is important, but knowing where to make an effort in
your life makes all the difference.


Diambil dari email berantai yg tersebar di milis ini

Deu, berasa gimana-gitu-ya pas bacanya. Jadi ingat suatu peristiwa yg lalu, dimana ketika itu ada suatu masalah dan gw ga tau harus gimana baiknya. Terus akhirnya gw ceritain masalahnya sama orang yg lebih senior (baca : berpengalaman) dalam hal itu dan (abrakadabra!) dia cuman bilang "Ya udah, diginiin aja. Kan jadinya blablabla..". Nah,"ya udahnya" dia itu merupakan solusi terbaik buat masalah yg lagi gw hadapi dan tidak pernah gw terpikirkan sebelumnya.

Gw meyakini bahwa "experience does matters". Gak heran dong kalau liat di lowongan2 kerja dicari orang yg berpengalaman di bidang tertentu. Itu karena pengalaman tidak diajarin di sekolah/kampus. Pengalaman sama saja dengan guru yang berharga dalam mengajarkan "the reality", "prakteknya", "kenyataannya". Sering kali, teori yg didapat di kuliah tdk sesuai dg kenyataan di lapangan atau justru banyak yg tidak diajarkan di kuliah bisa didapat melalui pengalaman. Ini dengan catatan, pengalaman tersebut memang dimanfaatkan sebagai guru ya... Inget gak waktu guru/dosen mengajar, tapi (maha) siswanya tidak memperhatikan? Ini mah jadinya tidak jadi pelajaran bagi (maha) siswanya, ya...sama aja ga dapat pelajaran. Yg salah di sini bukan guru/dosennya, tp (maha) siswa yg tidak mengambil pelajaran darinya. *Kayaknya bakal ada yg siap2 bilang, "Beda lagi kalau memang guru/dosennya tidak mengajar dg baik, sama aja bo'ong klo muridnya memperhatikan. Iya, iya, sabar, sekarang kan diarahinnya mau ke pengalaman, bukan guru :D*

Pengalaman juga yg menjadikan perusahaan jenis tempat gw bekerja (baca : konsultan) bisa maju. Tanpa pengalaman di bidangnya, enggak mungkin klien2 mempercayakan urusannya ke perusahaan jenis tsb. Kalau belum berpengalaman, misalnya, bagian rekrutmen suatu perusahaan mungkin tidak tahu tes psikologis apa yg sesuai, apa yg mesti digali dlm wawancara, berapa perbandingan pengawas, skorer & peserta tes, bagaimana bentuk laporan, dll. Biayanya mahal? Yaiyalah...karena yg dibayar kan enggak cuma 'apa yg dilakukan' tapi juga 'pengalaman yg diperlukan untuk melakukan' itu. Sebenarnya mahal/enggaknya, dikembalikan lagi pada yg menilai sih. Kalau (refer ke contoh cerita di atas) menilainya hanya dari 'ketukan palu'-nya saja maka mungkin dinilai mahal, tp kalau juga menilai 'pengalaman bertahun-tahun untuk tahu dimana tepatnya harus mengetuk' maka "mahal"-nya itu harus dikaji lagi.

=====================================================

Setelah dibaca lagi, gw kok kyk mo promosiin perusahaan-tempat-saya-mencari-segenggam-berlian ya? Hehehe...padahal ga maksud gt. Tiba2 aja idenya ke arah situ di tengah2 tulisan ;-).

Monday, April 07, 2008

Upset Mode : ON

"Responsibility is sucks."
Kutipan kalimat Meredith Grey di Grey’s Anatomy yg tayang Sabtu kemarin. Kalimat ini cocok banget dengan keadaan gw hari ini. Gw sedang menangani suatu proyek gitu dan sepertinya gw membuat pernyataan yang salah beberapa hari yg lalu. Hari ini gw terima email yg menanyakan kesalahan itu. Dan baru gw sadari kalau gw memang membuat kesalahan tsb dan berTANGGUNG JAWAB mengoreksinya. Yeah, responsibility is sucks!

Monday, December 03, 2007

kemaren liat yang seger-seger

Kemaren gw jadi PIC buat try-out suatu alat tes. Uhuy, beberapa peserta tes yang batch 2 (siang jam 1) oke & seger dipandang *gaya tante girang*. Hahahaha.... Puas? Puas? *Tukul mode : ON*

I’ve just known that I’m not the only. Huaaaa!!!!!!!

Two days ago, one of my best friends told me that he is so nice with another woman. Even until now when I almost lost contact with him although I still have that feeling. Suddenly I felt lesion on my heart. I strengthen myself and tried to looks ok. But I could not help it anymore. I sobbed so bad last night. Leaving black circles is on my eyes.

Broken heart is so hurting …

Wednesday, November 21, 2007

not-as-busy-as-before

Things are going much-much better. Gw semakin bisa menikmati pekerjaan gw. Hal-hal yang dulunya membuat kepala gw pusing (bukan... bukan karena susah, tapi karena membingungkan) sekarang sedikit-demi-sedikit bisa gw kerjakan dengan panduan yang semakin jelas. Namanya juga kerjaan jadi divisi support, ketidakpastian merupakan porsi besarnya. Semangat!!!!

new haircut

FYI, gw udah potong rambut lagi. Setelah mendapat banyak komplain soal rambut gw yg udah terlalu gemerieuh *klo kata Tukul, "Boso opo iku?"*, akhirnya gw potong rambut juga. Sebenarnya, rambut gw bisa rapi bgt klo udah dicatok *bisa diliat sampelnya di foto gw yg ada di sebelah kanan yg titlenya "It's me!"*. Masalahnya, gw ga mau sering2 catok. Selain karena malas (okeh, mostly karena malas :p), gw juga ga mau rambut gw jadi rusak.

Belum sempet foto lagi nih setelah potong rambut, jadi ga bisa posting fotonya. Eniwei, new haircut, hope will be new spirit.

Tuesday, November 06, 2007

Minggu yang melelahkan

Minggu yg lalu dan minggu ini merupakan minggu yang sangat melelahkan buat saya. Saya mulai terlibat dalam proyek-proyek di kantor (peran-peran kecil aja kok). Saya bersyukur tapi juga mengeluh. Capeknya itu yang tidak enak. Saat ini mencoba menjaga kesehatan, karena pelaksanaan proyeknya 2 minggu (baru mulai kemarin). Berarti masih lumayan lama lagi.

Sebenarnya, energi untuk pelaksanaan proyeknya masih jauh lebih sedikit dibandingkan dengan persiapannya. Untuk pelaksanaan 2 minggu ini, persiapannya sekitar 4 bulan. Benar-benar banyak yg perlu disiapkan. Dan semakin dilakukan, semakin ketahuan apa saja yg perlu dipersiapkan lagi, yg berarti semakin banyak pula yang belum dilakukan. Sampai sempat merasakan seperti menggali tanah dan tidak sadar bahwa tanah yg berhasil digali itu sudah mengubur diri sendiri. Banyak perubahan, banyak update, berarti banyak yg harus diganti & dibuat ulang. What a life lah pokoknya!

Anyway, untunglah saya hanya in-charge di persiapan & pelaksanaannya saja (tidak banyak terlibat lagi dalam follow-up selanjutnya) sehingga 2 minggu lagi sudah bisa terlepas dari proyek ini. Ingat, proyek ini saja, karena proyek2 lain sudah menunggu. Semangat!!!!

Tuesday, October 23, 2007

Moving

Gw akan pindah kontrakan minggu depan (awal bulan). Dekat bgt kok sama kontrakan gw yg lama. Teman2 yg mo main ke rumah, kontak2 dulu ya. Daripada ntar diomelin penghuni baru (calon) mantan rumah kontrakan gw :D.

Maafkan Lahir & Batin

Shining Star mengucapkan,
"Taqobbalallahu minna wa minkum
Minal Aidin wal faidzin ya
Maafkan lahir & batin
Selamat Idul Fitri 1428 Hijriah (bagi yg merayakan)
Semoga kita kembali menjadi suci."

Wednesday, August 15, 2007

thought-> act > habit > character > destiny

sow a thought, reap an act
sow an act, reap a habit
sow a habit, reap a character
sow a character, reap a destiny


(Stephen Covey, "The 7 Habits of Highly Effective People")

Monday, July 30, 2007

I'm alive....

Only dead fish swim with the stream

Karena aku masih hidup, masih bisa berkarya, masih bisa berusaha, takkan kubiarkan diriku hanya mengikuti arus. Takkan kubiarkan diriku tak bekerja keras menggapai impianku. Takkan kubiarkan nasib membawaku ke tempat yg aku tak tahu dimana muaranya.

NB : Ingatkan aku, wahai teman. Saat kemalasan menguasaiku, tularkan semangatmu padaku....

Pay It Forward : Life cannot gives more beautiful things than what you already have right now

Beberapa hari yg lalu, saya nonton lagi "Pay It Forward" (PIF). Salah satu film lama yg menginspirasi saya. Endingnya selalu bikin saya nangis. PIF bercerita tentang ide seorang anak 6 SD untuk tugas ilmu sosial. Nama proyeknya adalah PIF. Dia mulai dengan ibunya sendiri, tetangga & orang yg baru dikenalnya dengan memberikan pertolongan yg kecil & sederhana. Bila orang yg ditolongnya merasakan maknanya dan ingin membalas kebaikan, dia minta orang tsb membalasnya dengan memberikan pertolongan yang berarti pula pada 3 orang lainnya, dan seterusnya, hingga (harapannya) kebaikan tersebut akan menyebar ke penjuru negeri.

Saya ingat kali pertama kali nonton PIF, saya sgt terinspirasi utk berbuat hal yg sama pada orang lain. But it didn't work for me. Why ? Mungkin karena saya seperti orang yg disebut oleh sang anak, berikut kutipan terjemahan bebasnya,
"Buat orang yang telah terbiasa dengan keadaannya, perubahan apapun akan terasa berat. Dan lalu ia akan menyerah. Kalau begitu, maka semua orang akan kalah."

Mungkin saya takut untuk melakukan perubahan karena itu akan mengusik zona nyaman saya. Mungkin jg semangat saya perlahan padam karena insight dari PIF tertutup dengan insight dari film lain *Ngeles mode : ON*.

Ending film tsb sangat sediiihh. Trevor, si anak (pemeran utama), berkali-kali melihat seorang temannya diganggu sama anak-anak nakal. Dari awal dia ingin sekali menolong teman tsb tp ia juga takut kalau nanti dia yg akan disakiti dan menjadi sasaran mereka jg. Ketika akhirnya keberanian tsb muncul darinya, ternyata itu adalah hari terakhirnya. Perutnya ditusuk oleh salah satu anak nakal tsb. Hiks...hiks... *mulai netes air mata* That's life...kebaikan & keberanian berharga cukup mahal saat ini. Terutama di daerah perkotaan, ketidakpedulian menutupi hati nurani. Takut akan konsekuensi negatif kerap kali membuat orang memilih untuk tdk mengikuti panggilan hatinya. Walaupun Trevor meninggal karena menolong temannya, saya yakin dia sangat bahagia meninggal dengan cara seperti itu. Meninggal karena mengikuti panggilan hatinya. Karena keyakinannya...

Yang sangat menyentuh adalah waktu wawancara dengan stasiun TV, tepat di hari ulang tahun Trevor,
I (interviewer) : Jadi apakah suksesnya gerakan ini adalah permohonan di hari ulang tahunmu?
T (trevor) : Bukan.
I : Lalu apa permohonanmu?
T : Aku tidak boleh bilang.
I : Kenapa tidak minta supaya gerakan ini sukses?
T : Karena tidak mungkin.
I : Kenapa?
T : Karena lilinnya sudah kutiup.
Polos sekali jawabannya...

Dan waktu hari kematiannya, orang-orang yang merasakan makna dari ide Trevor mendatangi rumahnya. Sepanjang mata, lilin-lilin yang dinyalakan seolah-olah mengantarkan kepergian Trevor & menerangi hati ibunya. Ide PIF ini juga pernah dignakan pada salah satu episode Oprah Winfrey Show, dimana Oprah memberikan uang sebesar 1000 dolar kepada beberapa pemirsanya untuk diberikan kepada orang lain (terserah, apakah akan dibelikan barang, dikasih langsung, atau dgn cara lain) & bila orang yg ditolong ingin membalasnya, pemirsa tsb hrs hanya minta spy orang tsb melakukan kebaikan pada orang lain, dan seterusnya. And you know what...giving to others gives you more than to the others (kesimpulan Oprah saat itu). Ironis bukan, saat kita memberi sesuatu pada orang lain (dg ikhlas ya...) justru kita yg merasakan mendapatkan lebih banyak daripada yg kita berikan tsb. Mulailah memberi, teman!!

What's this code mean ?

BTEU
NYAG
UASH
GIDA
KLSB
SKAN
UFSU
EDNG
DOUK
RIMK
IRNU
UBEA
GTGY
AANN
IRGA
SCE!

Mo mecahin kalimat2 di atas? Baca novel Dan Brown "Digital Fortress" ya... Yg bisa (atopun yg belum bisa) jawab, silakan komen....

Friday, July 13, 2007

10 tip sukses

Baca deh artikel inspiring berikut. Oya, salah 1 alasan gw posting artikel ini adalah karena ada kutipan dari Agatha Christie (my favorite writer!!!!).

==================================================

Sepuluh Tip Sukses Right Here, Right Now by Jennie S. Bev.

Jennie S. Bev is a prolific author and co-author of 17 books andover 850 articles published in the United States, Canada, UK,France, Germany, Singapore and Indonesia. She is based in scenic Northern California where she resides with her husband

Sepuluh tahun yang lalu, kalau saya ditanya apakah tip sukses saya, mungkin saya tidak bisa menjawab. Sekarang, sukses bagi saya bukanlah ketika buku saya menjadi best-seller atau ketika menerima pujian untuk artikel ilmiah yang diterbitkan di jurnal terkemuka diInggris Raya. Sukses bukan pula ketika saya dan suami berhasil juga membeli rumah di San Francisco Bay Area dengan keringat sendiri setelah hampir sepuluh tahun merantau di Negeri Paman Sam.


Sukses bagi saya adalah mindset. Sukses adalah saya; saya adalah sukses. Sukses bukan tujuan, bukan pula perjalanan. Success is about being dan becoming. Berani dan overconfident kedengarannya? Mungkin, yang jelas ribuan bahkan jutaan manusia "sukses" di dunia alias manusia bermental juara mempunyai mindset seperti ini. Apakah Anda perlu menjadi juara tenis tingkat Wimbledon atau juara golf profesional di PGA Pebble Beach untuk disebut "sukses"?

ApakahAnda perlu mengendarai Corvette dan Lexus SUV hybrid? Jelas tidak. Seorang bermental juara alias bermindset "orang sukses" bisa jadi hanyalah seorang salesman saja. Ambillah contoh Bill Porter, seorang salesman door-to-door dari Portland, Oregon yang terlahir dengan cerebral palsy. Ia berjalan kaki setidaknya 10 mil perhari selama 40 tahun dengan tertatih-tatih setiap hari tanpa mengeluh. Hebatnya, karena tubuhnya bagian kiri tidak bekerja sebagaimana orang normal, ia sebenarnya sangat sulit untuk berjalan tegak dan berbicara dengan jelas. (Bacawww.billporter. com, film Door to Door dan buku berjudul Ten Things I Learned from Bill Porter oleh Shelly Brady.) Dengan penghasilan pas-pasan dari seorang salesman rumah ke rumah, jelas di mata orang awam ia tidaklah termasuk kategori "sukses secara finansial." Namun, bagi saya, Bill Porter adalah salah satu orang paling sukses di dunia yang amat sangat saya kagumi. Salah satu cita-cita saya adalah bertemu muka dengan beliau suatu hari.

Nah, lantas apa resep 10 tip sukses concoction ala Jennie? Satu, bersyukurlah atas hari ini. "Just to be alive is a grand thing," kata Agatha Christie, salah satu novelis detektif terkemuka. Jauhkanlah perasaan depresi dan sedih tanpa juntrungan. Jalani setiap hari dengan hati penuh syukur. Ingatlah akan Bill Porter. Kalau dia bisa jadi seorang salesman berhasil, apapun yang Anda inginkan sebenarnya pasti bisa tercapai.

Dua, belajarlah seakan-akan Anda akan hidup selamanya, hiduplah seakan-akan Anda akan mati besok. Mohandas Gandhi pernah berkata demikian, "Live as if you were to die tomorrow, learn as if you wereto live forever." Belajar terus, upgrade diri terus dengan berbagai cara baik yang memerlukan effort maupun effortlessly.

Tiga, setiap ketrampilan pasti ada penggunanya. Ini saya dapat dari salah satu sahabat saya seorang wanita blonda dari San Diego. Sahabat saya Crystal ini pernah membesarkah hati saya, "There areall kinds of writers, there are all kinds of readers." Ketika saya down karena merasa incompetent bertarung dengan penulis-penulis lokal di sini, Crystal mengingatkan bahwa setiap jenis penulis pastiada pembacanya (niche). Find your niche, so you find your place inthe world.

Empat, bukalah jalan sendiri, orisinil. Ralph Waldo Emerson once said, "Do not go where the path may lead, go instead where there isno path and leave a trail." Jangan latah mengikuti orang lain, dengar kata hati dan ikutilah jalan yang belum kelihatan.

Lima, belajar mencintai apa yang Anda punyai, bukan berangan-angan akan apa yang Anda tidak miliki. Use whatever you have at hand, impian hanya akan menjadi nyata kalau Anda menggunakan instrumen yang kasat mata saat ini juga.

Enam, lihat apa yang kelihatan dan lihat apa yang belum kelihatan. Gunakan visi dan misi untuk mengenal apa yang Anda tuju. Seringkali,apa yang belum kelihatan adalah blue print untuk sukses Anda. Begitu kelihatan, ia akan menjadi semacam de ja vu.

Tujuh, telan kepahitan hidup dan bersiap-siaplah dalam menyongsong hari baru. Setiap hari adalah hari baru. Bangunlah tiap pagi dengan hati yang curious akan apa yang akan Anda alami hari itu. Be excited, be courageous to start the day.

Delapan, semakin banyak Anda memberi, semakin banyak Anda akan menerima. The more you give, the more you get in return. Dalam marketing, ini mungkin disebut sebagai taktik public relations atau publicity. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, ini juga berlaku tanpa diselipi dengan iming-iming tertentu. Saya sendiri sudah membuktikannya. Semakin banyak kita memberi (dalam arti luas, tidak terbatas uang dan materi), semakin besar penghargaan dan berkat yang kita terima.

Sembilan, jadilah mentor diri sendiri. What would Oprah do? Itu yang saya pakai sebagai ukuran. Saya tidak memilih Nabi atau pembesar negara, namun seorang wanita berkulit berwarna yang telah membalikkan nasibnya sendiri menjadi salah satu orang berpengaruh didunia.

Sepuluh, saya eksis dengan maupun tanpa tubuh saya. Setidak-tidaknya sekali sehari, saya mengingatkan diri sendiri bahwa hidup ini bukanlah untuk selamanya. Maka berbuatlah terbaik pada saat ini juga. Jangan tunggu-tunggu lagi. "Just do it," kata Cher di Farewell Concertnya beberapa tahun yang lampau. I do my best every chance I have. Berbuatlah terbaik di setiap kesempatan, karena itu mungkin yang terakhir. Ingatlah sukses bukanlah tujuan, bukan pula perjalanan. Sukses adalah mindset. Bukan hanya cogito er go sum (saya berpikir maka saya ada), namun sum ego prosperitas (sukses adalah saya).

KPI? Penting ya???

Apa sih KPI itu?
Buat yg tdk berkecimpung di dunia SDM, mungkin tdk familiar dgn si KPI ini. KPI atau Key Peformance Indicators, untuk gampangnya, adalah ukuran2 yg digunakan organisasi untuk menilai apakah anggota organisasinya memberikan kinerja sesuai dengan yang diinginkan oleh organisasi.

Kenapa perlu?
Klo kata Ibu ER, "Tukang cukur tdk dpt mencukur rambutnya sendiri dg baik.". Pada semua perusahaan, terutama yg bergerak di bidang jasa, karyawan mesti tahu apa yg diinginkan perusahaan. Sebaliknya, perusahaan jg mesti tahu ukuran (ato bukti-bukti) yg dapat digunakan untuk mengatakan bahwa karyawan A itu performance OK, si B cuman so-so aja, klo C baru deh ancur bgt.

Gimana tuh bentuk KPI?
KPI harus berisi perilaku-perilaku yang konkrit dan dapat terukur dengan jelas, bukan berupa konsep2 yg mengawang-awang. KPI jg harus dibuat detail, tetapi jangan sampai sangat detail, sehingga terkesan kaku dan menutup ruang untuk pengembangan individu atau ide-ide baru di luar indikator yang pernah ditetapkan sebelumnya.

Gimana ngukurnya tuh?
Yg mengukur bisa atasannya, karyawan sendiri, bawahan, HRD ato gabungan dari pihak2 tsb. Kalau di kantor gw, KPI disebut rapor. Rapor diisi oleh karyawan ybs, diperiksa dan disetujui oleh atasannya, lalu dikumpulkan untuk dievaluasi HRD dan manajemen. Saat mengukurnya, yg dijadikan landasan adalah kinerja aktual kita, karena memeng indikator2nya sangat jelas, sehingga menghindari misinterpretasi. Contoh yang paling gampang, berapa kali rata2 karyawan tsb menelepon klien per hari, berapa buku yg sudah disharing dlm bln tsb, dsb. kuran2 tsb sudah ditetapkan dalam range (berikut batas minimalnya) sehingga si A tau berapa ukuran yg setidaknya hrs dia capai untuk dapat dikategorikan 'just fine'.

Kpn tuh diukurnya?
Karyawan harus selalu aware lah sama kinerjanya, so mesti sering mengacu lagi ke indikasi2 yg ada dlm rapor tsb. Pengumpulannya ke atasan (klo di tempat gw) adalah 1 bulan sekali, dievaluasi 6 bulan sekali oleh HRD & manajemen, lalu implmentasinya (yg diharapkan promosi, tentunya), dilakukan 1 thn sekali.

That's all for now. Klo di kantor kamu-kamu gimana? Udah ada blom? Ato mungkin ada yg mo tanya2 soal KPI ini. Monggo... Akan dijawab semaksimal mungkin. ^^

Quote of the day


"Ideas are the currency of the future"

So, jadilah orang yg penuh dengan ide. Bayangkan berapa banyak orang yang memperkaya diri (dalam arti harfiah dan kiasan :D) dengan 'menjual' idenya. Kasarnya, kita tidak akan jatuh miskin jika punya ide.

Ide, seperti yg kita tau, bisa ide yg 'baik' ato 'jahat'. Ide yg manapun itu, akan dapat membuat seseorang bertahan di masa depannya. So, fill up your self with (good) ideas, everybody!!!!